Malaysia Marah Setelah Norwegia Batalkan Kesepakatan Rudal

peran.id – Malaysia mengekspresikan kemarahan atas pembatalan kesepakatan dengan Norwegia terkait sistem rudal angkatan laut. Kritik tersebut muncul seiring dengan pernyataan dari Menteri Pertahanan Malaysia, Mohamed Khaled Nordin, yang mencatat kurangnya respons dari negara-negara besar saat Malaysia mengajukan keluhan. Dia menyebut “keheningan yang memekakkan telinga” ini sebagai pesan berbahaya terhadap integritas kontrak internasional.

Pembatalan ini terjadi setelah Norwegia mencabut persetujuan ekspor untuk teknologi tertentu, yang memicu ketegangan antara kedua negara. Meskipun Oslo menyatakan bahwa keputusan ini tidak ditujukan langsung kepada Malaysia, negara Asia Tenggara ini tetap meminta kompensasi senilai lebih dari 251 juta dolar AS dari perusahaan Norwegia yang terlibat dalam kesepakatan tersebut.

Dalam dialog Shangri-La yang diadakan di Singapura, Khaled mengungkapkan rasa kecewa terhadap reaksi komunitas internasional. Ia menyoroti adanya standar ganda dalam penerapan hukum internasional, yang seringkali menguntungkan negara-negara kuat. Ia pun menyebutkan bahwa Malaysia sedang menjajaki hubungan dengan “mitra sejati” lain untuk pengadaan sistem rudal.

Menteri Pertahanan Norwegia, Tore O Sandvik, dalam kesempatan yang sama menjelaskan bahwa keputusan ini diambil akibat situasi keamanan yang baru serta adanya pembatasan untuk peralatan militer sensitif dari Norwegia. Dengan situasi ini, Malaysia dihadapkan pada tantangan dalam membangun kepercayaan internasional dan memperkuat posisinya di kancah pertahanan global. Melalui langkah-langkah ini, Malaysia berusaha memastikan bahwa hak dan kepentingannya dilindungi dalam kerangka kerja sama internasional.