peran.id – Menjelang keberangkatannya ke Tanah Suci, Karmijah (65), seorang warga Desa Saringembat, Kecamatan Singgahan, Kabupaten Tuban, mempersiapkan segala hal dengan cermat. Karmijah memahami bahwa perjalanan ibadah haji tidak hanya membutuhkan persiapan spiritual, tetapi juga kondisi kesehatan yang optimal. Salah satu fokus utamanya adalah memastikan kepesertaan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) tetap aktif, agar ia dapat melaksanakan ibadah haji tanpa khawatir mengenai layanan kesehatan.
Dalam sebuah wawancara, Karmijah menekankan pentingnya menjaga kesehatan selama perjalanan haji. Menghadapi cuaca yang berbeda dan aktivitas ibadah yang padat menjadi tantangan tersendiri, terutama bagi jamaah lanjut usia. Ia berpendapat bahwa perlindungan kesehatan adalah bekal yang penting untuk menjalani ibadah dengan tenang.
Karmijah juga menyampaikan bahwa biaya pengobatan tanpa jaminan kesehatan dapat menjadi beban yang signifikan. Ia merasa tenang karena seluruh anggota keluarganya telah terdaftar sebagai peserta JKN. Dengan langkah ini, ketenangannya bertambah, dan ia dapat menjalani ibadah haji dengan fokus.
Ia mengingatkan pentingnya menjaga status aktif kepesertaan JKN dan tidak memiliki tunggakan iuran, agar manfaat layanan kesehatan dapat diakses kapan pun diperlukan. Karmijah juga menegaskan nilai gotong royong dalam Program JKN, di mana iuran yang dibayarkan peserta membantu sesama yang membutuhkan.
Di akhir pernyataannya, Karmijah mengajak calon jamaah haji lainnya untuk tidak mengabaikan perlindungan kesehatan sebelum berangkat. Ia menekankan bahwa perjalanan ibadah haji yang penuh makna harus dijalani dengan kondisi fisik dan mental yang baik, serta perlindungan kesehatan yang memadai. Ia berharap ibadah haji bisa berlangsung dengan khusyuk dan banyak keberkahan.